Medis

Tidak Terbukti, Vaksin menjadi Penyebab ASD

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Jumat, 23 April 2021

Banyak orang tua masih mengkhawatirkan anaknya akan terdiagnosa ASD apabila disuntik vaksin. Salah satu jenis vaksin yang dicurigai sebagai penyebab ASD adalah vaksin Mumps, Measles, Rubella (disingkat menjadi MMR : dalam bahasa Indonesia artinya gondok, campak, dan virus rubella) dan thimerosal dalam vaksin. Vaksin MMR biasanya diberikan kepada bayi yang berusia 12 bulan hingga 15 bulan. Sedangkan Thimerosal merupakan pengawet yang efektif dan mengandung merkuri. Thimerosal umumnya digunakan dalam pembuatan vaksin, termasuk vaksin anak.

Isu kontroversial terkait vaksin MMR dan thimerosal 

Berawal di tahun 1995, beberapa peneliti Inggris menemukan bahwa individu yang diberi vaksin MMR lebih rentan terkena gangguan yang berhubungan dengan usus mereka dibandingkan dengan individu yang tidak diberi vaksin MMR. Penelitian ini berlanjut di tahun 1998, ketika seorang dokter bernama Dr. Andrew Wakefield menemukan adanya hubungan antara virus campak di usus individu dengan ASD. Dari 12 kasus anak-anak yang diteliti, beberapa diantaranya terdiagnosa oleh ASD setelah diberi vaksin MMR. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan oleh media dan banyak orang tua yang akhirnya menolak anak-anaknya untuk diberikan vaksin MMR, khususnya masyarakat Amerika Serikat di masa itu.

Beberapa tahun setelahnya, banyak peneliti dan lembaga riset yang menguji kembali hasil penemuan Wakefield dengan berbagai metode dan konteks yang berbeda-beda. Dari hasil riset-riset tersebut, tidak terbukti bahwa vaksin MMR menyebabkan ASD, karena penemuan Wakefield dianggap sebagai hipotesis dan tidak dapat menjelaskan secara mendalam. Bahkan beberapa orang menyebut penelitian yang dilakukan Wakefield telah “gagal” dan organisasi kesehatan di Inggris melarang Wakefield untuk melakukan praktek medis. Hal lainnya yang mendukung adalah bahwa vaksin MMR tidak mengandung zat merkuri berbahaya yang diduga menjadi penyebab ASD.

Selain vaksin MMR, kandungan thimerosal dalam suatu vaksin juga dicurigai sebagai penyebab ASD. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, thimerosal merupakan pengawet yang efektif dan digunakan dalam pembuatan vaksin sejak tahun1930-an. Thimerosal sangat efektif untuk membunuh bakteri dalam beberapa jenis vaksin serta mencegah kontaminasi bakteri. Kandungan merkuri yang dimiliki thimerosal dianggap dapat menyebabkan ASD pada anak. Pada tahun 1999, salah satu lembaga kesehatan terbesar di Amerika yaitu American Academy of Pediatrics melarang penggunaan thimerosal pada vaksin. Pada tahun 2001 hingga 2004, beberapa penelitian membuktikan bahwa thimerosal tidak terbukti menjadi penyebab ASD. Setelah thimerosal dihilangkan, angka individu dengan ASD pun tidak berkurang dan yang terjadi adalah semakin meningkat, meski saat ini thimerosal sudah tidak lagi digunakan pada vaksin anak-anak. Hal ini menjadi pemikiran bahwa banyak aspek lainnya di luar vaksin anak yang bisa menjadi penyebabnya.

Sebagian ahli dalam bidang science dan kesehatan merasa lega ketika beberapa penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin-vaksin tersebut dengan ASD. Sampai saat ini masih terdapat banyak kritik dan diskusi yang bersifat pro maupun kontra pada isu ini. Banyak peneliti yang masih melakukan penelitian untuk memperdalam isu ini. Sebagian besar menemukan bahwa penyebab ASD berasal dari faktor genetis dan faktor lingkungan, namun tanpa melibatkan vaksin sebagai penyebabnya. Jadi untuk para orang tua, haruskah mengkhawatirkan hal ini? Sejauh ini hasil dari beragam riset yang ada membuktikan tidak terdapat hubungan antara vaksin tersebut dengan ASD. Ada baiknya jika kita lebih terfokus pada penyebab ASD yang bersifat pasti dan mengolah kembali informasi yang diperoleh. Dengan kata lain, tidak menerima secara mentah-mentah informasi mengenai isu tertentu yang belum terbukti kebenarannya.

 

Sumber :

www.historyofvaccines.org (2018) : Do Vaccines Cause Autism? (Telah dikutip dari beberapa sumber artikel ilmiah).

Soemara. L. (2016). Jurnal Sari Pediatri : Thimerosal Dalam Vaksin, Suatu Tinjauan Pustaka (Vol. 2).
*Jurnal Sari Pediatri merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI). 

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Mahasiswa Sarjana Psikologi Peminatan Klinis, Universitas Atma Jaya, Jakarta

Kritik & Saran
Iklan Tes Deteksi
Pengenalan Autisme
Kerjasama dengan TA