Rekomendasi

Rain Man: Sindrom Savant dan Salah Paham tentang Autisme

Penulis: Mas WOW | Jumat, 26 November 2021

Rain Man adalah sebuah film yang dirilis pada tahun 1988 dengan mengangkat cerita tentang karakter autistik. Film ini membantu mengenalkan autisme- yang ketika itu belum terlalu dikenal, bahkan di kalangan medis pun maish terbatas- kepada dunia. Film ini juga mengenalkan sindrom Savant, sebuah kondisi khusus pada beberapa individu autistik yang memiliki kemampuan khusus, yang melebihi kecerdasan rata-rata orang pada umumnya. Hal ini menyebabkan sebagian orang awam berpikir, bahwa  individu autistik pasti memiliki kemampuan khusus atau jenius, seperti yang digambarkan oleh tokoh film tersebut.

Film Rain Man adalah film sukses yang menyabet berbagai penghargaan. Dibintangi oleh Tom Cruise dan Dustin Hoffman, Rain Man bercerita mengenai dua bersaudara Charlie dan Raymond Babbitt. Dustin Hoffman memenangkan penghargaan Oscar sebagai aktor terbaik atas penggambaran karakter Raymond Babbitt yang autistik. Tak hanya itu, Rain Man juga menyabet penghargaan untuk film terbaik, skenario original terbaik, dan sutradara terbaik.

Kisah Tentang Perkenalan Dua Saudara

Cerita Rain Man dimulai dengan perkenalan tokoh Charlie Babbitt (Tom Cruise), seorang salesman yang sedang mengalami masalah keuangan. Di tengah stress yang merundungnya, dia memutuskan untuk pergi berlibur. Tiba – tiba Charlie mendapat kabar bahwa ayahnya yang sudah lama tak pernah ia hubungi telah meninggal dunia. Penasaran dengan warisan apa yang akan diterimanya, Charlie langsung mendatangi pemakaman sang ayah. Di sana Charlie mendapati bahwa ia hanya mendapat sedikit warisan, dan tanah senilai 3 juta dollar milik sang ayah diberikan kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya. Dengan kemampuan salesman yang dimilikinya, Charlie berusaha untuk mencari tahu siapa orang tersebut. Pada akhirnya, dia mengetahui bahwa sebagian besar warisan ayahnya diberikan kepada kakaknya yang sebelumnya tak pernah ia kenal. Warisan tersebut akan diberikan kepada sebuah institusi tempat sang kakak -yang bernama Raymond Babbitt (Dustin Hoffman)- dirawat selama lebih dari 20 tahun terakhir.

Charlie pun pergi untuk menemui Raymond. Di sana, ia bertemu dengan Dokter Bruner yang menjelaskan kondisi dan kebiasaan yang dimiliki Raymond. Raymond memiliki berbagai kebiasaan yang tidak boleh diganggu dan juga kerap mengulang-ulang kalimat dari sebuah film favoritnya. Charlie yang awam dengan kondisi Raymond, menyederhanakan kondisi Raymond dan menganggapnya sebagai idiot.

Charlie yang ingin menguasai warisan dari Raymond, berusaha untuk mengajak Raymond keluar dari tempatnya dirawat. Raymond yang tidak sepenuhnya mengerti ajakan Charlie, menjawab “ya” ketika Charlie mengajaknya pergi dari institusi perawatan. Selanjutnya, kedua bersaudara ini menjalani perjalanan yang dipenuhi dengan humor. Charlie yang tidak sepenuhnya paham mengenai autisme, mengalami berbagai kejutan atas sikap Raymond.

Seiring dengan berjalannya waktu, Charlie mulai terbiasa dengan Raymond. Dia pun menyadari bahwa Raymond adalah sosok yang selalu menghiburnya di kala kecil, yang ia beri julukan “Rain Man”. Charlie pun juga menyadari bahwa Raymond memiliki kemampuan mengingat dan menghitung yang sangat hebat. Dia pun mengajak Raymond ke kasino untuk bermain Poker dan berhasil memenangkan sejumlah uang.

Pada akhirnya, Charlie menyadari bahwa alasan Raymond dirawat di institusi khusus adalah untuk melindungi dirinya dari perilaku Raymond yang terkadang bisa melukai orang di sekitarnya. Charlie pun akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Raymond kembali ke institusi, tetapi berjanji untuk selalu mengunjungi Raymond dari waktu ke waktu.

Mengenalkan Autisme pada Dunia

Film Rain Man berhasil membuat orang mengenali kondisi autisme yang di saat itu belum terlalu umum untuk dipahami, bahkan oleh seorang profesional di bidang kesehatan sekalipun. Namun, ketika dalam film diceritakan Charlie memiliki kemampuan yang hebat dalam mengingat dan berhitung, orang mulai beranggapan bahwa individu autistik pada umumnya akan memiliki kemampuan yang hebat dalam matematika. Hal ini menyebabkan masyarakat bertanya ketika mereka bertemu dengan orang autistik, apakah dia memiliki kemampuan khusus dalam bidang matematika atau musik? Banyak orang yang keliru beranggapan, bahwa semua orang autistik akan memiliki sindrom Savant. Sehingga, kita sering mendengar banyak orang yang mengutip Rain Man sebagai referensi tentang individu autistik dengan kemampuan khusus di bidang tertentu. Hal ini mengakibatkan banyak orangtua yang berujar, “My son is autistic but he is no Rain Man.” Ini merupakan gambaran dari dampak film Rain Man yang memunculkan kesalah pahaman pada publik yang tidak terlalu paham dengan autisme.

Sumber foto: TV Guide via style.tribunnews.com

 

Penulis: Mas WOW | Penikmat film, penggemar musik, dan pengagum buku

Iklan Tes Deteksi
Kerjasama dengan TA
Ads on us
Kritik & Saran