Medis

Prinsip Dasar Penanganan dan Edukasi bagi Anak Autistik (Bagian 1)

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Rabu, 02 September 2020

Penanganan sejak dini terhadap anak autistik mutlak diperlukan. Penanganan tersebut diberikan dalam bentuk terapi dan pendidikan yang efektif. Sebelum melakukan penanganan tersebut, keluarga maupun guru perlu mengetahui beberapa prinsip penting. Orang tua dan guru-guru di sekolah harus mampu untuk bekerja sama, bersikap terbuka, dan berkomunikasi untuk membuat perencanaan penanganan dengan teknik terbaik yang diperuntukkan bagi anak-anak mereka. Perlu diketahui bahwa autistik merupakan suatu gangguan yang berhubungan dengan proses perkembangan individu, sehingga penanganan (terapi) yang diterapkan dengan jenis apapun akan membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan secara terpadu.

Anak autistik tidak persis sama satu dengan lainnya. Tiap anak memiliki tingkat keunikannya tersendiri sehingga sangat penting untuk memperhatikan kebutuhan serta kekhususannya masing-masing. Jenis terapi yang diterapkan oleh satu individu berbeda dengan individu lainnya.


TAHUKAH KAMU?

Penelitian menunjukkan bahwa sekalipun gejala autisme anak sangat ringan, apabila tidak ditangani sejak dini maka dapat berubah menjadi lebih parah ketika usianya bertambah (Suaryawati, 2012).


Prinsip lainnya, yaitu semua hak asasi manusia khususnya hak anak juga berlaku pada penyandang autistik. Misalnya, hak dalam mendapatkan pendidikan, kasih sayang, bermain dengan sesamanya, dan lain-lain. Dalam hal ini, kemampuan berempati sangat dibutuhkan untuk lebih memahami mereka. Selain itu, tujuan utama penanganan anak autistik adalah mendorong kemandirian mereka dalam kehidupannya sehari-hari. Jika memungkinkan, penanganan yang dilaksanakan dapat disertai dengan peningkatan akademik. Ketika prinsip dasar ini mampu dipahami dan dilaksanakan oleh pihak terkait, maka penanganan yang dilakukan akan berjalan lebih baik.

Setelah mengetahui prinsip dasarnya, maka kita perlu mengetahui jenis institusi yang menerapkan metode penanganan terhadap anak autistik sesuai dengan keunikannya masing-masing. Anak autistik mempunyai kemampuan serta hambatan yang berbeda-beda saat belajar. Ada beberapa jenis institusi yang memiliki fungsi berbeda dalam memberikan pendidikan bagi anak autistik. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Sekolah Khusus Anak Autistik

Sekolah ini diperuntukkan khusus bagi anak autistik terutama ketika anak memiliki keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Anak di sekolah ini sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi sekeliling mereka. Pendidikan di sekolah ini difokuskan pada program fungsional seperti bina diri, bakat , minat yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Di sisi  lain, terdapat beberapa anak yang memperlihatkan potensi yang sangat baik dalam bidang tertentu seperti bidang olah raga, musik, melukis, komputer, matematika, keterampilan, dan sebagainya. Anak-anak ini sebaiknya dimasukkan ke dalam Kelas Khusus, sehingga potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal. Contoh sekolah khusus: Sekolah Keterampilan, Sekolah Pengembangan Olahraga, Sekolah Musik dan Sekolah Seni Lukis.

  • Program Pendidikan Terpadu

Program pendidikan terpadu dilaksanakan di sekolah reguler dalam kurun waktu tertentu. Di sekolah juga menyediakan kelas remedial atau layanan lain yang diperlukan. Keberadaan anak autistik di sekolah reguler akan dinilai berdasarkan kemampuan anak.

  • Program Pendidikan Inklusi

Program ini dilaksanakan oleh sekolah reguler yang telah siap memberikan layanan bagi anak autistik. Untuk membuka program ini, sekolah harus memenuhi persyaratan utama seperti: kesiapan guru dalam menangani anak autistik, tersedianya guru pembimbing khusus dan guru pendamping, serta dalam satu kelas sebaiknya tidak lebih dari dua anak autis, dan lain-lainnya.

  • Kelas Transisi

Kelas ini ditujukan untuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu dan terstruktur. Ini merupakan kelas persiapan dan pengenalan terhadap pengajaran kurikulum sekolah biasa, tetapi melalui tata cara pengajaran untuk anak autistik (misalnya kelas kecil dengan jumlah guru besar, menggunakan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten, dan lain-lain). Kelas transisi sebisa mungkin berada di sekolah reguler, sehingga pada waktu tertentu anak dapat bersosialisasi dengan anak lain. Kelas transisi merupakan kelas persiapan dengan acuan kurikulum yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan anak.

  • Program Sekolah Di Rumah (Homeschooling Program)

Terdapat anak autistik yang bahkan tidak mampu ikut serta dalam Kelas Khusus karena keterbatasannya (contohnya anak autis non verbal, retardasi mental, masalah motorik dan auditori yang serius), sehingga ada baiknya anak diberi kesempatan ikut serta dalam program sekolah di rumah (Homeschooling Program). Melalui bimbingan para guru atau terapis serta kerjasama yang baik dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya, dapat dikembangkan potensi yang mereka miliki.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, anak autistik memiliki kemampuan yang sangat bervariasi. Maka, pencapaian hasil penanganan pun tidak akan sama antara satu jenis institusi dengan institusi lainnya. Karena itu. kurikulum yang diterapkan oleh tiap institusi dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan anak, usia anak, serta dengan memperhatikan sumber daya yang ada.

Selanjutnya, terapi apakah yang efektif bagi anak autistik? Untuk pembahasan yang  lebih lengkap, simak Bagian 2 di artikel berikutnya, ya!

 

Sumber : Tim Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jakarta. 2000. Buku Penanganan dan Pendidikan Autisme YPAC Jakarta.

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Mahasiswa Sarjana Psikologi Peminatan Klinis, Universitas Atma Jaya, Jakarta

Ads on us
Kerjasama dengan TA
Iklan Tes Deteksi
Kritik & Saran