Sharing

Kebaikan Hati Seorang Penata Rambut

Penulis: Yesi Riana | Jumat, 15 Oktober 2021

Ada banyak hal dapat dilakukan untuk menunjukkan kebaikan kepada anak-anak. Hal ini dirasakan oleh seorang Ibu yang memiliki anak autistik, Jennifer McCafferty, yang berasal dari West Virginia, Amerika Serikat.

Jennifer mengunggah sebuah video di laman Facebook miliknya mengenai kebaikan hati seorang penata rambut, yang mengubah prosedur cara memangkas rambut demi membuat Isaac, anak Jennifer yang berusia 4 tahun, merasa lebih nyaman.

Kayleen, penata rambut tersebut, memotong rambut Isaac dengan duduk di lantai dan memangku Isaac. Hal itu meredakan kegelisahaan Isaac. Apa yang dilakukan Kayleen, membuat Jennifer terharu.

Jennifer menulis dalam laman Facebook miliknya, bahwa apa yang dilakukan Kayleen sangat berarti bagi Jennifer. Proses pemotongan rambut bukanlah hal yang mudah bagi Isaac. Bagi Isaac, benda apapun yang ada di dekat telinganya dan suara mesin pemotong rambut membuatnya cemas. Sore itu sangat berbeda. Jennifer sudah akan menyerah untuk memotong rambut Isaac, tetapi tidak dengan Kayleen. Kayleen duduk dengan Isaac di lantai dan memotong rambut Isaac. Kayleen mengajak Isaac berbincang mengenai Dory (tokoh ikan di film kartun Finding Nemo)  dan perayaan Natal. Ia juga membiarkan Isaac menyemprotkan botol air ke Kayleen. Bagi Jennifer, menangani anak penyandang Autis memang tidak mudah, tetapi orang-orang seperti Kayleen sangat membantu.

Hal yang dilakukan Kayleen menunjukkan betapa pentingnya melakukan kebaikan bagi sesama. Termasuk dalam menangani anak-anak dan individu autis. Cara yang diterapkan bagi anak-anak pada umunya, belum tentu dapat diterapkan bagi anak atau individu autis. Akan ada beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi anak yang dihadapi.

Caranya adalah dengan memahami kondisi setiap anak dan mencoba berbagai cara yang membuat mereka nyaman dengan lingkungannya, seperti yang dilakukan oleh Kayleen. Setiap kebaikan yang kita lakukan bagi orang lain, pasti akan membawa dampak yang positif.

Apa yang dilakukan Kayleen juga menyentuh hati Jamie Pacton. Jamie juga memiliki anak autistik, dan baginya, terkadang untuk keluar dari rumah saja menjadi tantangan tersendiri. Saat anaknya keluar rumah, dia harus mencoba menyeimbangkan beragam stimulus sensorik yang intens dirasakan anaknya, yang dapat menimbulkan kegelisahan dan kebutuhan komunikasinya. Jamie mengerti perjuangan membesarkan anak autis, sehingga apa yang dilakukan oleh Kayleen meyentuh hati Jamie.

Kita pun dapat melakukan hal serupa yang dilakukan oleh Kayleen. Kita dapat membantu orang-orang di sekeliling kita yang mungkin juga memiliki pergumulan yang sama seperti Jennifer atau Jamie. Pengertian dan empati kita akan kondisi anak-anak dan individu ini, sudah dapat membantu orang tua atau keluarga yang memiliki anak penyandang autis. Dan kalau kita mau, kita bisa membantu lebih jauh dari bidang kita masing-masing.

Sumber :           https://www.parents.com/health/special-needs-now/this-hairdressers-kindness-toward-a-boy-with-autism-is-winning-the-internet/

Penulis: Yesi Riana | Marketing di Community Music Center, Jakarta

Kerjasama dengan TA
Ads on us
Iklan Tes Deteksi
Kritik & Saran