Terapi

Gamelan, Terapi Musik untuk Anak Autis

Penulis: Mas WOW | Senin, 22 Maret 2021

Musik bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan otak anak. Bagi anak autistik yang sulit dalam bersosialisasi, musik dapat menjadi alternatif sarana untuk berkomunikasi dan meluapkan emosinya. Musik dapat membuat anak autis menjadi lebih nyaman, sehingga memungkinkan otak dari anak untuk berkembang dengan lebih baik. Bermain atau mendengarkan musik juga dianggap dapat membantu pertumbuhan otak mereka.

Manfaat terapi musik bagi anak autis

Menurut Putri (2015), ada banyak manfaat yang didapat dengan terapi musik bagi anak autis. Diantaranya adalah:

Melatih Motorik

Sebagian anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kelemahan fisik. Salah satunya adalah jari-jarinya terlalu rekat dan sulit dilebarkan. Dengan bermain piano, anak terlatih untuk membuka jarinya saat menekan tuts piano. Kebiasaan ini dapat membantu motorik anak, seperti buka tutup jari yang berguna untuk menunjuk sesuatu atau berhitung dengan jari. Selain itu, koordinasi tubuh anak juga akan terlatih karena mereka terbiasa memainkan melodi dengan tangan kanan dan kord dimainkan dengan tangan kiri. Hal ini dapat membantu terhadap kerja otak anak.

Membangun Komunikasi

Bermain musik akan menghasilkan bunyi-bunyian, dan inilah yang menarik perhatian anak-anak spesial. Sebelum mengenal musik, umumnya anak cenderung kurang peduli dengan lingkungannya. Namun begitu mereka diperdengarkan lagu-lagu, mereka mulai mendekat dan mencoba memainkannya dengan cara mereka. Inilah cara mereka berkomunikasi.

Meredam Emosi

Emosi anak autistik mudah bergolak, mulai dari tenang hingga marah yang meledak-ledak. Dengan memainkan lagu yang disukainya, banyak dari mereka merasa nyaman dan bahagia. Bahkan mereka lebih memilih memainkan musik untuk menyalurkan perasaannya.

Mengembangkan Kognitif

Mengajarkan anak berkebutuhan khusus dalam bermusik umumnya mesti dilakukan dengan cara yang khusus juga. Jika anak kesulitan memahami not balok, cobalah mengajarkan mereka menggunakan angka dan simbol. Tujuannya supaya anak terbiasa dengan angka sekaligus berimajinasi dengan simbol.

Meningkatkan Percaya Diri

Ketika anak berkebutuhan khusus berhasil memainkan beberapa lagu pendek dan tampil di depan umum, baik orangtua dan anak itu sendiri merasakan bahwa dia dihargai. Sebab orang lain juga akan merasakan betapa keras perjuangan anak-anak ini untuk mampu memainkan lagu dengan segenap kemampuan mereka.

 

Terapi gamelan untuk melatih visual dan motorik

Salim (2005) menjelaskan bahwa terapi musik gamelan adalah musik gamelan yang difungsikan untuk meningkatkan kondisi non musikal tertentu. Gamelan dianggap memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan terapi musik lainnya. Terapi musik lain umumnya hanya menggunakan bunyi yang dihasilkan suatu alat musik, sehingga sensasi yang dirasakan terbatas pada pendengaran. Terapi musik gamelan tak hanya menawarkan sensasi dari bunyi yang dihasilkan alat musik, namun juga bentuk dari masing – masing alat musik serta gerakan yang harus dibuat untuk memainkan alat musik tersebut. Nilai plusnya, dengan memainkan gamelan diperoleh sensasi tambahan berupa sensasi visual dan motorik.

 

Gamelan dan keselarasan harmoni

Seperangkat alat musik gamelan terdiri dari satu set alat musik serupa drum yang disebut Kendang, Bonang, Kenong, Saron, Peking, Rebab dan Celempung, Gambang, Gong dan Seruling Bambu (Djohan, 2005). Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan. Misalnya, gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan memberi keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh irama gending.

 

Musik gamelan disusun dan dibuat dengan mempertimbangkan keselarasan. Keselarasan dalam gamelan berarti dapat mengatur keseimbangan emosi dan menata perilaku yang laras harmonis dan tidak menimbulkan kegoncangan. Dalam bermain gamelan, yang lebih diutamakan adalah efek rasa senang dan kebebasan dalam berekspresi bagi para pemainnya. Komunikasi musikal dalam seni musik gamelan juga tidak dapat diatur menggunakan not balok, melainkan menggunakan simbol-simbol suara yang mengalir. Untuk itu, dituntut adanya kepekaan, konsentrasi, dan intuisi untuk memainkan gamelan. Dengan memainkan gamelan bersama-sama, akan tercipta ritme dan dinamika seperti air yang dapat berjalan cepat dan lambat secara bersamaan.

 

Manfaat bermain gamelan

Banyak manfaat dari bermain musik gamelan yang dapat dirasakan oleh orangtua, diantaranya adalah:

  1. Harmonisasi pada psikologis anak menjadi lebih rileks dan memiliki kontrol emosi yang baik
  2. Anak menjadi lebih mudah dalam bekerjasama dan memiliki rasa kebersamaan
  3. Meningkatkan konsentrasi
  4. Gamelan menjadi kegiatan positif bagi anak - anak untuk menyalurkan tenaga dan perilaku berlebihan lainnya (contohnya: membantu bagi anak yang suka memukul)
  5. Meningkatkan respon anak pada situasi dan kondisi sekitar
  6. Meningkatkan daya ingat pada anak

 

Terapi musik gamelan banyak memberikan manfaat bagi anak autistik. Selain melatih motorik pada anak, bermain gamelan dapat mengembangkan karakter anak. Musik gamelan juga mengajarkan anak untuk biasa berpikir dan berperilaku untuk hidup bekerja sama dengan sesamanya dalam berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

 

Dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Wulandari, D.E. 2012. Karawitan Sebagai Terapi Musik Anak Autis: Studi Kasus Pada Empat Anak di Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita Yogyakarta. Diakses pada 27 Agustus 2018. Diakses melalui: http://digilib.uin-suka.ac.id/7383/1/BAB%20I%2C%20IV%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
  2. Putri, W.D. 2015. Terapi Musik Pada Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Melatih Sistem Motorik. Diakses pada 27 Agustus 2018. Diakses melalui: https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/15/02/07/njdrbg-terapi-musik-pada-anak-berkebutuhan-khusus-dapat-melatih-sistem-motorik
  3. Sukinah. 2011. Seni Gamelan Jawa Sebagai Alternatif Pendidikan Karakter Bagi Anak Autis di Sekolah Luar Biasa. Diakses pada 27 Agustus 2018. Diakses melalui: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/scan0001_pdf
  4. Djohan. 2005. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik.
  5. Salim, Djohan. 200 Respons Emosi Musikal Dalam Gamelan Jawa. Psikologia, Vol 1 No 2 Halaman 63-7
  6. Sartika, E.D. dan Rohmah, F.A. 2013. Pengaruh Terapi Musik Gamelan Terhadap Ekspresi Wajah Positif Pada Anak Autis. Jurnal Psikologi Integratif, Vol 1 No 1, Juni 2013, Halaman 31-43.

Penulis: Mas WOW | Penikmat film, penggemar musik, dan pengagum buku

Pengenalan Autisme
Ads on us
Kerjasama dengan TA
Iklan Tes Deteksi