Sehari-hari

Anak Autistik dan Olahraga

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Selasa, 27 Oktober 2020

Olahraga penting untuk kesehatan fisik dan mental manusia. Olahraga dapat mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan kualitas tidur dan memori. Bagi anak autistik, olahraga merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan yang bersifat efektif namun terkadang kurang dimanfaatkan. Banyak anak autistik bermasalah dengan berat badan karena gaya hidup yang cenderung kurang aktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berolahraga berpengaruh terhadap penurunan perilaku berulang anak autistik. Selain itu, perilaku hiperaktif, agresi, dan melukai diri juga turut mengalami penurunan.  Penelitian lainnya menujukkan bahwa terapi autisme berbasis gerakan juga meningkatkan konsentrasi dan kemampuan komunikasi sosial, masalah perilaku, dan kinerja akademik. Hal ini membuktikan bahwa olahraga memiliki efek yang positif terhadap perkembangan kesehatan anak autistik.

Terdapat beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan anak autistik. Dalam pelaksanaannya meskipun anak kurang mampu melakukan gerakan-gerakan dengan tepat, namun setidaknya mereka tetap dapat mengikutinya. Berikut ini terdapat beberapa olahraga yang dapat dilakukan :

  • Berenang.

Berenang termasuk jenis olahraga individual yang gerakannya sederhana, mudah ditiru, dan gerakannya berulang-ulang. Apabila anak diberikan contoh dan dilatih secara intens, mereka dapat menguasai gaya dasar berenang dengan baik.  Di samping itu air dipercaya dapat memberikan dampak sensorik yang menenangkan.

  • Aerobik

Aerobik dapat membantu mengurangi perilaku self-stimulating anak yang berbahaya, menurunkan berat badan anak, menjaga kesehatan jantung, serta meredakan stres. Gerakan-gerakan yang dilakukan sebaiknya gerakan dasar yang mudah ditiru oleh anak.

  • Latihan fleksibilitas dan latihan otot 

Latihan fleksibilitas dan otot dipercaya dapat mengatasi permasalahan otot pada anak autistik. Latihan yang dilaksanakan dapat mengacu pada motorik kasar maupun motorik halu anak.

  • Berlari

Minimnya komunikasi dalam olahraga ini setidaknya tidak terlalu membingungkan bagi anak autistik.

  • Bermain bola

Kegiatan bermain bola seperti mengejar dan menendang bola dapat meningkatkan fokus anak terhadap suatu objek atau benda.

  • Bermain bowling

Pengulangan pada teknik bermain bowling dapat membuat anak cukup nyaman. Namun saat bermain bowling, orang tua perlu memperhatikan dan mengawasi anak karena bola yang digunakan cukup berat bagi mereka.

Ada baiknya sebelum melakukan olahraga yang ada, orang tua dapat mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter dan terapis anak untuk keamanan dan kenyamanan anak. Tidak ada salahnya untuk mengikutsertakan anak ke dalam kegiatan latihan fisik karena memiliki efek yang positif bagi perkembangan kesehatan anak autistik baik secara fisik maupun mental. Olahraga dapat meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Sumber : Latihan Fisik dan Autis  dalam Buletin LRD tahun 2011.

Penulis: Gisela Gita, S.Psi. | Mahasiswa Sarjana Psikologi Peminatan Klinis, Universitas Atma Jaya, Jakarta

Iklan Tes Deteksi
Kritik & Saran
Kerjasama dengan TA
Ads on us