Sehari-hari

5 Tips Membantu Anak Autis di Rumah

Penulis: Hersinta | Sabtu, 24 Oktober 2020

Saat si kecil didiagnosa autistik, orang tua akan mengalami beragam emosi: perasaan terkejut, sedih, maupun bingung. Ayah dan Bunda mungkin bertanya-tanya dan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak ada orang tua yang pernah siap untuk mendengar bahwa ada sesuatu yang ‘berbeda’ pada anak mereka, sehingga memperoleh kabar bahwa si kecil terdiagnosa ASD atau autistik, bisa jadi sangat menakutkan pada awalnya.

Namun, orang tua tak bisa berlarut-larut dalam emosi negatif dan harus bangkit untuk berusaha mencari langkah terbaik yang dapat dilakukan. Mempelajari seluk-beluk tentang autisme dan melibatkan diri dalam penanganan anak, akan menghasilkan efek yang positif bagi perkembangan mereka.

Mempelajari seluk-beluk autisme dan melibatkan diri dalam penanganan anak, akan menghasilkan efek positif bagi perkembangan mereka

Selain mencari terapi dan penanganan yang sesuai untuk membantu anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu si kecil dalam kehidupan sehari-hari. Berikut, beberapa tips untuk membuat keseharian di rumah lebih mudah bagi orang tua dan anak autis:

1. Konsisten

Anak autis mengalami kesulitan beradaptasi dengan apa yang mereka telah pelajari dalam situasi lingkungan sekolah (atau tempat terapi) dengan situasi di rumah. Misalnya, anak terbiasa menggunakan bahasa isyarat di sekolah, namun di rumah tidak. Menciptakan keteraturan atau konsistensi di lingkungan anak adalah salah satu cara terbaik untuk belajar. Cari tahu bagaimana metode yang digunakan terapis, dan terapkan teknik tersebut di rumah. Pertimbangkan juga untuk mengikuti terapi lebih dari satu tempat, untuk membiasakan anak beradaptasi dan belajar menerapkan apa yang diperoleh dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Selain itu, sangat penting untuk berlaku konsisten ketika orang tua berinteraksi dengan anak, juga ketika menghadapi perilaku yang sulit (misalnya, tantrum atau mengamuk) dari anak.

2. Patuhi jadwal

Anak autis cenderung menyukai jadwal atau rutinitas yang teratur dan kaku. Buatlah jadwal teratur bagi si kecil, seperti waktu makan, terapi, sekolah dan tidur. Ayah dan Bunda bisa membuat papan jadwal sederhana yang digantung di kamar tidur, dilengkapi dengan foto kegiatan dalam jadwal keseharian anak. Jika ada perubahan jadwal yang sulit dihindari, persiapkan si kecil sejak awal, misalnya dengan memperlihatkan perubahan kegiatan melalui gambar atau foto.

3. Fokus pada hal positif

Sama seperti anak-anak lainnya, anak autis sering merespon dengan baik jika orang-orang di sekelilingnya memberi dukungan dan apresiasi positif. Jika Ayah Bunda menghargai dan memuji perilaku positif mereka, maka mereka akan merasa gembira dan dihargai.

Usahakan agar anak tahu persis apa yang Anda sukai tentang perilaku mereka. Imbalan (reward) atas perilaku baik akan memotivasi anak. Pujilah jika mereka bertindak tepat atau setelah berhasil mempelajari kemampuan baru. Beri mereka tepuk tangan, kesempatan untuk bermain dengan benda yang mereka sukai, atau beri reward berupa makanan favorit mereka.

4. Ciptakan ‘zona aman’ di rumah

Buatlah sebuah ruang atau area pribadi di rumah, di mana si kecil dapat merasa rileks, aman dan nyaman. Jelaskan batas ruang tersebut dengan cara yang dipahami anak. Misalnya, dengan membuat petunjuk visual (Ayah dan Bunda dapat menggunakan lakban atau tali berwarna untuk menandai ‘zona’ tersebut). Orang tua mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk membuat rumah aman dari barang-barang berbahaya, khususnya jika anak menunjukkan perilaku agresif seperti tantrum (marah) yang berlebihan atau cenderung berperilaku menyakiti diri sendiri (self-injury).

5. Libatkan mereka dalam kegiatan sehari-hari

Ajak si kecil turut serta dalam kegiatan sehari-hari. Jika perilaku anak Anda tidak dapat diprediksi, Ayah Bunda mungkin merasa lebih mudah untuk tidak melibatkan atau mengajak mereka ke situasi tertentu. Namun ketika si kecil diajak untuk terlibat dalam melakukan tugas sehari-hari seperti belanja bahan makanan di supermarket atau mengambil baju di laundry misalnya, hal tersebut dapat membantu mereka untuk terbiasa dengan lingkungan sekitar.

 

Sumber:

https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/helping-your-child-with-autism-thrive.htm

https://www.webmd.com/brain/autism/parenting-child-with-autism#1

Penulis: Hersinta | Orangtua dari penyandang autistik, dosen komunikasi di LSPR Jakarta dan kandidat PhD kajian media dan disabilitas di Curtin University

Iklan Tes Deteksi
Pengenalan Autisme
Kerjasama dengan TA
Ads on us